Rabu, 09 November 2011

Malang Kendo Club, my Second Family

Malang Kendo Club adalah sebuah club atau wadah para anak2 penggila olahraga asal negara matahari, Jepang.Olahraga seni pedang yang berasal dari para Samurai tetapi sekarang cenderung ke sport dan diberi nama Kendo yang artinya Jalan Pedang.

untuk hal ini aku gak mau bahas tentang apa itu kendo,dll, tetapi aku pengen menceritakan Club Kendo ini buat aku. Malang Kendo Club atau sering disingkat MKC (bukan MCK, ntar jadi Mandi, Cuci,Kakus, hehehe) adalah keluarga kedua bagiku, begitu juga dengan Suroboyo Kenyuukai(Club kendo di Surabaya).

Kenapa bisa begitu? Timbul pertanyaan....*ala Wisben comic*

Pada dasarnya semua organisasi mengajarkan tentang kekeluargaan, entah itu organisasi beladiri atau apalah, itulah yang aku dapat selama mengikuti beberapa organisasi. Tetapi mungkin di kendo ini agak berbeda ya. Kita tau Kendo bukan olahraga yang murah dan mungkin karena dari sanalah timbul rasa kekeluargaan yang cukup dalam buat aku. Kadang kita saling bantu untuk ini itu, terutama masalah duit... waaahhh itu sangat2 sensitif... hahahaha, tapi karena teman2 kendo juga, masalah seperti itu bisa terselesaikan.

Bahkan untuk pergi mengikuti Tournament, kita tetap ada rasa kekeluargaan itu. Dulu waktu pertama pergi ke tournament di jakarta, para senior malah lebih menomor 1 kan para juniornya untuk masalah transportasi.WOW.. sesuatu banget ya.. hahaha

Balik ke Malang Kendo Club. MKC udah gak seperti dulu, sekarang sudah banyak anggotanya. Padahal dulu, aku inget banget yang latian gak lebih dari 10 orang, tapi kita tetep tekun latian. Sampai akhirnya sekarang sudah hampir 50-an orang lah (kalo gak salah,red) dan tiap latian bisa nyampe 2 kali atau berkali kali lipat dari kita dulu. Tapi semua itu tidaklah mudah...

Sedikit Flash back tentang MKC, sempat kita tiap latihan tidak sampai 5 orang, bahkan cuma BERDUA...bayangin BERDUA.. dan kita latian di sebuah gym yang otomatis harus bayar dan itu juga tidak murah. Alasan kita pindah ke tempat yang bayar itu, untuk menarik anggota, tetapi ternyata kita salah tempat, jadinya uang kas Habis dan anggota segitu2 nya ajah. :(
tapi buat aku mau latian berdua pun gak masalah, itu karena aku ngeliat semangat pak ketua yang juga salah satu pendiri MKC yang sangat menggebu. Tetapi sama ajah kaya orang sehat yang lama2 kena ujan, akhirnya sakit juga, pak Ketua mulai menyerah dengan keadaan seperti ini.

Bener2 cukup tertanggu juga saat pak ketua berencana untuk "gulung tikar", tetapi aku dan beberapa anggota yang masih ada, sekitar 3 orang di Malang dan 1 orang di surabaya(ini pendiri juga,red) tetap mencoba menyemangati pak Ketua dan kita juga tak habis2nya promosi2. Inget, waktu di warnet sering banget chat di MIRC dan sering spam buat bikin promosi club dan sampai sekarang id ku di banned... wakakakakaka, tapi gpp lah, gak suka chat juga.. hoho.. tapi perlahan tapi pasti, kita mulai pindah ke tempat terbuka, di lapangan rektorat UB. Mulai dari sanalah kita mulai dikenal dan anggota satu2 mulai berdatangan. Waah senang emang.. hahahaha..
dan puncaknya adalah saat kita di undang di acara ISSHOUNI di Universitas Brawijaya. Di sanalah mungkin bisa dibilang titik balik kita dari yang pusing karena minim anggota sampai akhirnya jadi pusing karena kebanyakan anggota. Dan pastinya ini juga berkat my bro Benny dan Jeje yang merupakan dedengkot sastra jepang yang "ngompori" anak buahnya buat ikut kendo.. thanks bro. :D

Sekarang MKC adalah sebuah keluarga besar, bukan keluarga kecil yang berisikan 5 orang tadi, sama seperti logo club kita. Tapi meski kita sudah jadi keluarga besar, tetapi keluarga "kecil" seperti di lambang logo kita itu, tidak akan pernah hilang. Kita adalah keluarga dan MKC akan selalu menjadi keluarga kedua bagiku. Thanks to my Sensei, all of my senpai, my brother/sister,you are my second family. Aku sangat bangga dan senang berada diantara kalian.. :)

"kamu bisa pergi dari kendo, tetapi kendo tidak akan kemana-mana" - Yuuji Sudo Sensei

Tidak ada komentar:

Posting Komentar