Ada 2 cara untuk menunjukan cinta, yaitu TENDER LOVE (cinta lembut), dan TOUGH LOVE (cinta keras).
Semua orang pasti tau dan suka dengan TENDER LOVE, namun tidak semua orang tau dan dapat mampu menerima TOUGH LOVE.
Ingatkah anda saat ayah atau ibu anda keras kepada anda?
Mungkin saat itu anda bingung mengapa mereka keras kepada anda, padahal bukankah seharusnya mereka “cinta” kepada anda?
Saya memilki ayah dengan prinsip “Jika anak susah diatur, rotan yang bicara”. Hal tersebut tentu membuat saya tersiksa. Namun semakin saya dewasa, semakin saya mengerti mengapa ayah saya memiliki prinsip tersebut.
Banyak teman saya yang dulunya NYAMAN DIMANJA (tender love), kini malah menjadi orang yang “hancur tanpa arah”. Namun beberapa teman saya yang dulunya dididik keras, kini sukses menjadi dokter, pengusaha bahkan selebriti yang selalu saja sibuk dengan berbagai macam prestasi mereka.
TOUGH LOVE tidaklah sekejam yang anda pikir.
Kita manusia memiliki mekanisme kebiasaan buruk yang jika terus dimanjakan akan membuat kita kecanduan melakukan kebiasaan buruk tersebut tanpa kita sadari. Contohnya jika anda pecandu narkoba, anda pasti akan sulit berhenti walaupun anda sudah bertekad bulat untuk berhenti. Dan jika anda memanjakan “kesulitan untuk berhenti” tersebut, anda akan tetap berada dibawah kendali narkoba tersebut.
Prinsip keras ayah saya mungkin tampak salah bagi saya, namun itu adalah terapi terbaik yang pernah ada untuk saya.
Jarang ada orang yang sesabar itu mau memberikan saya terapi dengan MENEGUR, MENGINGATKAN atau bahkan “MEMECUT” saya DEMI KEBAIKAN saya sendiri atas dasar cinta.
Banyak orang yang prihatin, namun jarang ada yang peduli untuk benar-benar mendorong kita untuk maju.
Oleh karena itu, jika ada orang yang sepertinya agak keras, melawan arus dan “menyentil” anda, JANGAN LANGSUNG MARAH. Pikirkan baik-baik apa motif dibaliknya nya. Apakah dia hanya sekedar cuap-cuap untuk tampak dominan, atau ia sungguh-sungguh peduli kepada anda dengan memberikan anda TOUGH LOVE?
Jika motifnya adalah memberikan anda TOUGH LOVE, maka berterimakasilah kepada orang tersebut karena orang seperti itu jarang adanya.
Bahkan lebih lanjut, berhati-hatilah dengan orang yang selalu TAMPAK MANIS, SELALU SETUJU dan TIDAK PERNAH MENGKRITIK anda, karena biasanya semua yang ia lakukan tidaklah semanis seperti apa yang ia katakan.
sumber : Ronald Frank
Rabu, 07 Desember 2011
Senin, 05 Desember 2011
Daya Tarik Seorang Lelaki
Tidak disangsikan lagi bahwa kaum pria adalah cerminan seorang pemimpin. Pemimpin bagi keluarga, dan pemimpin bagi berbagai aspek lainnya. Banyak wanita tertarik dengan lelaki yang mempunyai daya tarik yang tinggi. Oleh karena itu tidaklah heran jika anda melihat seorang pria digandrungi oleh banyak wanita.
Saya akan mengulas Daya Tarik apa saja yang membuat banyak wanita tertarik kepada seorang Lelaki :
1. KETAMPANAN FISIK
Bersyukurlah jika anda memiliki ketampanan fisik seperti, wajah yang tampan, tubuh yang tinggi, atletis, kuat dan mempunyai kelebihan fisik lainnya. Wanita mana yang tidak tertarik dengan pria yang tampan dan atletis tubuhnya, apalagi dengan dibalut pakaian yang baik pula.
2. MEMPUNYAI TALENTA
Setiap orang pasti memiliki talenta apapun bentuknya, ada yang mempunyai talenta berceramah, berpidato, menyanyi, bermain musik, menari, dan sebagainya. Wanita akan sangat tertarik apabila anda mempunyai suara yang merdu saat anda bernyanyi, wanita juga akan terkagum-kagum apabila anda dapat berbicara lima bahasa asing dengan lancar. Talenta hanya perlu diasah dan di latih setiap harinya agar dapat berkembang.
3. MEMPUNYAI SEMANGAT JUANG YANG TINGGI
Sebagai seorang lelaki haruslah mempunyai semangat juang yang tinggi dalam segala hal apapun dan pantang menyerah. Jangan pernah menjadi seseorang yang kerjanya hanyalah mengeluh dan mengeluh saja, tetapi jadilah pribadi yang kuat, berani mengambil resiko, dan terus memperjuangkan segala cita-citanya. Bangsa Indonesia bisa merdeka melawan penjajah hanya dengan menggunakan bambu runcing melawan Belanda yang sekaliber menggunakan senjata mesin dan meriam canggihnya, itu di karenakan pejuang Indonesia memiliki semangat yang tinggi untuk merdeka. Jadilah anda pejuang dimasa sekarang yang memperjuangkan segala impian dan cita-cita anda saat ini.
4. KEMAPANAN
Wanita mana yang tidak menginginkan pria yang mapan? Mempunyai rumah yang besar, mobil yang mewah dan memiliki berbagai perusahaan di seluruh tempat. Kemapanan bukan terjadi saat anda dilahirkan yang memang sudah kaya raya, melainkan kemapanan yang didapat dari hasil kerja keras anda selama ini, dan itu akan menjadi sangat menarik di mata wanita.
Memang tidak semua lelaki memiliki 4 kriteria seperti yang di tuliskan diatas, namun anda dapat menjadi yang terbaik, walau hanya memiliki satu kriteria saja.
Tetaplah berjuang, tetaplah belajar, dan tetaplah melakukan yang terbaik.
sumber : kaskus
Saya akan mengulas Daya Tarik apa saja yang membuat banyak wanita tertarik kepada seorang Lelaki :
1. KETAMPANAN FISIK
Bersyukurlah jika anda memiliki ketampanan fisik seperti, wajah yang tampan, tubuh yang tinggi, atletis, kuat dan mempunyai kelebihan fisik lainnya. Wanita mana yang tidak tertarik dengan pria yang tampan dan atletis tubuhnya, apalagi dengan dibalut pakaian yang baik pula.
2. MEMPUNYAI TALENTA
Setiap orang pasti memiliki talenta apapun bentuknya, ada yang mempunyai talenta berceramah, berpidato, menyanyi, bermain musik, menari, dan sebagainya. Wanita akan sangat tertarik apabila anda mempunyai suara yang merdu saat anda bernyanyi, wanita juga akan terkagum-kagum apabila anda dapat berbicara lima bahasa asing dengan lancar. Talenta hanya perlu diasah dan di latih setiap harinya agar dapat berkembang.
3. MEMPUNYAI SEMANGAT JUANG YANG TINGGI
Sebagai seorang lelaki haruslah mempunyai semangat juang yang tinggi dalam segala hal apapun dan pantang menyerah. Jangan pernah menjadi seseorang yang kerjanya hanyalah mengeluh dan mengeluh saja, tetapi jadilah pribadi yang kuat, berani mengambil resiko, dan terus memperjuangkan segala cita-citanya. Bangsa Indonesia bisa merdeka melawan penjajah hanya dengan menggunakan bambu runcing melawan Belanda yang sekaliber menggunakan senjata mesin dan meriam canggihnya, itu di karenakan pejuang Indonesia memiliki semangat yang tinggi untuk merdeka. Jadilah anda pejuang dimasa sekarang yang memperjuangkan segala impian dan cita-cita anda saat ini.
4. KEMAPANAN
Wanita mana yang tidak menginginkan pria yang mapan? Mempunyai rumah yang besar, mobil yang mewah dan memiliki berbagai perusahaan di seluruh tempat. Kemapanan bukan terjadi saat anda dilahirkan yang memang sudah kaya raya, melainkan kemapanan yang didapat dari hasil kerja keras anda selama ini, dan itu akan menjadi sangat menarik di mata wanita.
Memang tidak semua lelaki memiliki 4 kriteria seperti yang di tuliskan diatas, namun anda dapat menjadi yang terbaik, walau hanya memiliki satu kriteria saja.
Tetaplah berjuang, tetaplah belajar, dan tetaplah melakukan yang terbaik.
sumber : kaskus
Jumat, 02 Desember 2011
Cara perawatan shinai
Shinai baru tidak bisa untuk langsung digunakan. Bambu biasanya sangat kering dan membutuhkan sedikit TLC (Tender, Love, Caring):p sebelum menggunakannya dalam latihan, atau akan cepat retak setelah dipakai.
Jika ingin shinai kita yang baru dan keren itu awet, maka harus ditreatment dulu sebelum digunakan.
Kita juga harus membersihkan dan memelihara Shinai setiap beberapa minggu.
Kendoka yang lain juga akan lebih menghargai kita karena merawat shinai adalah hal yang vital dan menyangkut keselamatan. Kecelakaan kendo terburuk salah satunya adalah karena disebabkan Shinai rusak, sehingga kita harus memeriksa Shinai kita setiap akan mulai latihan! Kita juga harus membongkar Shinai (bambu) kita setiap beberapa bulan untuk untuk digosok/dihaluskan dari apapun
seperti penyokan ataupun retakan2 kecil, meminyaki bambu2nya dan memeriksa ketegangan tsuru. Sebuah Shinai yang baik dapat dipakai selama setahun dengan latihan berat sekalipun
OK, pertama, mari kita mempelajari bagian-bagian Shinai:
Shinai yang terbuat dari 4 bilah bambu, yang kedua ujungnya ditahan dengan penutup kulit, dan dikencangkan oleh sebuah tali. Ada beberapa bagian tersembunyi di dalam ujung pegangan, logam persegi tipis selaras dengan bambu, dan di ujung terdapat sebuah karet yang menghalangi bambu saling berbenturan satu sama lain.
Membongkar Shinai baru:
Ya, kita memang harus melakukan ini. Tenang, itu sangat mudah dan memakan waktu sekitar 20 menit dari awal sampai selesai.
1. Lepaskan tsuba.
2. Lepaskan senar (tsuru)
3. Lepas sakigawa (ujung), nakayui (sabuk) , dan senar. Semua dalam satu bagian. gak perlu dipreteli tiap bagain
4. Tarik tsuka.
5. Tandai setiap bilah bambu biar ingat urutan perakitannya. Yang mana atas, bawah, kiri dan kanan.
6. Pisahkan bilah bambu. Hati-hati untuk menjaga logam kecil persegi yang menahan tiap bilah bambu.
Mempersiapkan Shinai Baru Agar Siap Pakai:
- Gunakan kertas gosok. gosok tepi dari shinai dengan lembut sampai membulat dan tidak tajam.
- Setelah pengamplasan, olesi dengan furniture oil, vegetable oil, atau bahkan oli mesin jahit. Untuk Shinai baru, yang terbaik adalah mengolesinya dengan minyak tiap hari selama beberapa hari.
- Setelah pengamplasan dan peminyakan, bersihkan Shinai dengan kain bersih untuk menghilangkan minyak yang berlebih, dan kemudian rakit kembali.
Menghargai Berkat
Yohanes 6:12
"Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang."

Ada seorang teman saya yang setiap kali makan benar-benar tanpa sisa. Sehabis makan piringnya bisa kelihatan mengkilat seperti tidak pernah disentuh makanan. Kalau makan ikan benar-benar sampai bagian yang sama sekali tidak bisa dimakan. Begitu juga kalau makan daging bertulang atau ayam. Karenanya saya selalu tertarik melihatnya makan sampai selesai. Suatu kali saya menanyakan kenapa dia sampai makan seperti itu. Ia pun bercerita sebuah pengalaman ketika masih kecil. Pada suatu hari ia mengambil makanan begitu banyak. Ibunya membiarkan saja ia mengambil berlebih seperti itu. Tentu saja akhirnya makanan itu bersisa banyak. Disaat itulah kemudian ibunya memarahi dan kemudian mengharuskannya menghabiskan semuanya sampai tuntas. Ia menangis dan dengan terpaksa makan semua yang telah ia ambil sambil ditunggui ibunya. Sejak saat itu ia belajar untuk tidak lagi membuang-buang makanan. Ini pelajaran yang mungkin keras bagi anak kecil, tetapi itu adalah sebuah ajaran yang baik karena membuang-buang makanan bukanlah hal yang bagus untuk dilakukan, terlebih Tuhan pun tidak ingin kita melakukannya.
Kemarin kita sudah melihat bagaimana dua kali Tuhan mengabulkan permintaan bangsa Israel akan makanan dalam Ulangan 16:1-36. Dalam dua kali kesempatan ketika Tuhan menurunkan roti dan burung puyuh, dua kali pula Tuhan berpesan agar mereka mengambil secukupnya sesuai kebutuhan dan tidak membuang-buang sisanya, yaitu pada ayat 4 dan 13. Tuhan tidak suka jika berkatNya kita buang sia-sia. Disaat orang lain ada yang membutuhkan, ada yang mati kelaparan, bagaimana mungkin kita tega membuang makanan tanpa peduli akan nasib mereka? Jika itu kita lakukan, bagaimana kita bisa menjadi terang dan garam, dan bagaimana kita bisa mengaku mengenal Tuhan?
Sebuah contoh lain mengenai ketidaksukaan Tuhan terhadap membuang-buang berkat atau dalam skala kecil salah satunya membuang-buang sisa makanan bisa kita lihat dalam kisah Yesus menggandakan lima roti dan dua ikan. Yang harus diberi makan pada saat itu bukan hanya puluhan, bukan ratusan tetapi ribuan orang. Apa yang dipergunakan Yesus pada saat itu tidak lain adalah sisa makanan yang ada pada seorang anak, yaitu lima roti dan dua ikan. Itulah yang kemudian mampu mengenyangkan ribuan orang dan masih bersisa. Berkat yang berkelimpahan dijanjikan Tuhan, dan itu bisa kita lihat kembali pada kisah ini seperti halnya kepada bangsa Israel di jaman Musa di atas. Tapi lihatlah apa kata Yesus mengenai makanan sisa ini. "Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang." (Yohanes 6:12). Begitu pentingnya pesan ini, sehingga keempat Penulis Injil menuliskan hal tersebut yaitu dalam Matius 14:20, Markus 6:43 dan Lukas 9:17.
Membuang-buang sisa makanan itu sama artinya dengan tidak menghargai Pemberi berkat.Untuk disimpan sendiri saja sudah salah, apalagi jika kita buang-buang? Tidakkah kita seharusnya sedih dan merasa tergerak melihat begitu banyaknya gelandangan, orang terlantar dan anak-anak yang kelaparan bahkan hingga mati di berbagai tempat, termasuk di sekitar kita? Ketika kita menghamburkan uang untuk membeli sesuatu yang hanya kita buang sia-sia dalam waktu singkat atau hidup dalam limpahan kemewahan berlebihan, sudahkah kita peduli bahwa ada anak yang tengah menangis kelaparan pada saat yang sama? Kita bisa berpikir bahwa itu hak kita, karena uang yang kita pakai pun adalah hasil jerih payah kita bekerja. Tetapi jangan lupa bahwa semua itu berasal dari Tuhan yang memberkati pekerjaan kita. Intinya seperti yang saya katakan kemarin, kita tidak boleh lupa bahwa kita diberkati untuk memberkati. Tuhan tidak ingin anak-anakNya menjadi tamak, egois dan serakah atas berkatNya. Dia mau kita menjadi terang dan garam, menjadi saluran berkat bagi orang lain, dan dengan demikian semakin banyak pula orang yang akan memuliakan Tuhan. Firman Tuhan juga berkata: "Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu." (Lukas 6:38). Ini adalah sesuatu yang harus pula kita ingat baik-baik.
Ketika kita berdoa meminta Tuhan memberkati usaha kita dan memberi kelimpahan buat kita, ingatlah bahwa ada kewajiban yang harus kita lakukan disana. Apakah kita sudah menghargai berkat Tuhan secara benar dan menjalankan kewajiban kita seperti yang Dia kehendaki? Ingatlah bahwa semua yang kita miliki bukanlah atas hasil jerih payah kita semata, tetapi itu merupakan berkat yang indah dari Tuhan. Kita semua punya hak untuk memakai uang yang kita peroleh dari pekerjaan kita, itu benar, tetapi Tuhan mengingatkan kita untuk memakai secukupnya dan tidak melupakan orang lain yang pada saat yang sama. Tuhan tidak pernah terbatas untuk melimpahkan berkatNya bagi kita, jadi tidak ada yang perlu kita takutkan. Kita harus terus melatih diri kita hingga kita bisa merasakan kebahagiaan ketika kita memberi, sampai firman Tuhan berikut ini bisa tertanam di dalam diri kita: "Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima." (Kisah Para Rasul 20:35). Agar kita bisa menghargai berkat Tuhan secara baik kita bisa mulai dari yang kecil, seperti tidak membuang-buang makanan misalnya. Mari kita lihat ke sekeliling kita, adakah tetangga yang sedang kesusahan? Maukah kita membagi berkat kepada mereka?
Bersyukurlah atas berkat Tuhan dengan membagikannya kepada sesama
Sumber : Murid Yesus (Samuel Benny)
"Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang."
Ada seorang teman saya yang setiap kali makan benar-benar tanpa sisa. Sehabis makan piringnya bisa kelihatan mengkilat seperti tidak pernah disentuh makanan. Kalau makan ikan benar-benar sampai bagian yang sama sekali tidak bisa dimakan. Begitu juga kalau makan daging bertulang atau ayam. Karenanya saya selalu tertarik melihatnya makan sampai selesai. Suatu kali saya menanyakan kenapa dia sampai makan seperti itu. Ia pun bercerita sebuah pengalaman ketika masih kecil. Pada suatu hari ia mengambil makanan begitu banyak. Ibunya membiarkan saja ia mengambil berlebih seperti itu. Tentu saja akhirnya makanan itu bersisa banyak. Disaat itulah kemudian ibunya memarahi dan kemudian mengharuskannya menghabiskan semuanya sampai tuntas. Ia menangis dan dengan terpaksa makan semua yang telah ia ambil sambil ditunggui ibunya. Sejak saat itu ia belajar untuk tidak lagi membuang-buang makanan. Ini pelajaran yang mungkin keras bagi anak kecil, tetapi itu adalah sebuah ajaran yang baik karena membuang-buang makanan bukanlah hal yang bagus untuk dilakukan, terlebih Tuhan pun tidak ingin kita melakukannya.
Kemarin kita sudah melihat bagaimana dua kali Tuhan mengabulkan permintaan bangsa Israel akan makanan dalam Ulangan 16:1-36. Dalam dua kali kesempatan ketika Tuhan menurunkan roti dan burung puyuh, dua kali pula Tuhan berpesan agar mereka mengambil secukupnya sesuai kebutuhan dan tidak membuang-buang sisanya, yaitu pada ayat 4 dan 13. Tuhan tidak suka jika berkatNya kita buang sia-sia. Disaat orang lain ada yang membutuhkan, ada yang mati kelaparan, bagaimana mungkin kita tega membuang makanan tanpa peduli akan nasib mereka? Jika itu kita lakukan, bagaimana kita bisa menjadi terang dan garam, dan bagaimana kita bisa mengaku mengenal Tuhan?
Sebuah contoh lain mengenai ketidaksukaan Tuhan terhadap membuang-buang berkat atau dalam skala kecil salah satunya membuang-buang sisa makanan bisa kita lihat dalam kisah Yesus menggandakan lima roti dan dua ikan. Yang harus diberi makan pada saat itu bukan hanya puluhan, bukan ratusan tetapi ribuan orang. Apa yang dipergunakan Yesus pada saat itu tidak lain adalah sisa makanan yang ada pada seorang anak, yaitu lima roti dan dua ikan. Itulah yang kemudian mampu mengenyangkan ribuan orang dan masih bersisa. Berkat yang berkelimpahan dijanjikan Tuhan, dan itu bisa kita lihat kembali pada kisah ini seperti halnya kepada bangsa Israel di jaman Musa di atas. Tapi lihatlah apa kata Yesus mengenai makanan sisa ini. "Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang." (Yohanes 6:12). Begitu pentingnya pesan ini, sehingga keempat Penulis Injil menuliskan hal tersebut yaitu dalam Matius 14:20, Markus 6:43 dan Lukas 9:17.
Membuang-buang sisa makanan itu sama artinya dengan tidak menghargai Pemberi berkat.Untuk disimpan sendiri saja sudah salah, apalagi jika kita buang-buang? Tidakkah kita seharusnya sedih dan merasa tergerak melihat begitu banyaknya gelandangan, orang terlantar dan anak-anak yang kelaparan bahkan hingga mati di berbagai tempat, termasuk di sekitar kita? Ketika kita menghamburkan uang untuk membeli sesuatu yang hanya kita buang sia-sia dalam waktu singkat atau hidup dalam limpahan kemewahan berlebihan, sudahkah kita peduli bahwa ada anak yang tengah menangis kelaparan pada saat yang sama? Kita bisa berpikir bahwa itu hak kita, karena uang yang kita pakai pun adalah hasil jerih payah kita bekerja. Tetapi jangan lupa bahwa semua itu berasal dari Tuhan yang memberkati pekerjaan kita. Intinya seperti yang saya katakan kemarin, kita tidak boleh lupa bahwa kita diberkati untuk memberkati. Tuhan tidak ingin anak-anakNya menjadi tamak, egois dan serakah atas berkatNya. Dia mau kita menjadi terang dan garam, menjadi saluran berkat bagi orang lain, dan dengan demikian semakin banyak pula orang yang akan memuliakan Tuhan. Firman Tuhan juga berkata: "Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu." (Lukas 6:38). Ini adalah sesuatu yang harus pula kita ingat baik-baik.
Ketika kita berdoa meminta Tuhan memberkati usaha kita dan memberi kelimpahan buat kita, ingatlah bahwa ada kewajiban yang harus kita lakukan disana. Apakah kita sudah menghargai berkat Tuhan secara benar dan menjalankan kewajiban kita seperti yang Dia kehendaki? Ingatlah bahwa semua yang kita miliki bukanlah atas hasil jerih payah kita semata, tetapi itu merupakan berkat yang indah dari Tuhan. Kita semua punya hak untuk memakai uang yang kita peroleh dari pekerjaan kita, itu benar, tetapi Tuhan mengingatkan kita untuk memakai secukupnya dan tidak melupakan orang lain yang pada saat yang sama. Tuhan tidak pernah terbatas untuk melimpahkan berkatNya bagi kita, jadi tidak ada yang perlu kita takutkan. Kita harus terus melatih diri kita hingga kita bisa merasakan kebahagiaan ketika kita memberi, sampai firman Tuhan berikut ini bisa tertanam di dalam diri kita: "Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima." (Kisah Para Rasul 20:35). Agar kita bisa menghargai berkat Tuhan secara baik kita bisa mulai dari yang kecil, seperti tidak membuang-buang makanan misalnya. Mari kita lihat ke sekeliling kita, adakah tetangga yang sedang kesusahan? Maukah kita membagi berkat kepada mereka?
Bersyukurlah atas berkat Tuhan dengan membagikannya kepada sesama
Sumber : Murid Yesus (Samuel Benny)
Langganan:
Postingan (Atom)
