Ok, kalau kita mulai bicara tentang perasaan, tidak bisa lah disalahkan jika ada seorang cowo suka ama seorang cewe, hal yang wajar kan? tidak wajar jika seorang cowo suka ama cowo, atau sebaliknya...hahahahaha..*kalo ama yang satu ini, mending kabur*. Begitu juga perasaan suka seorang kendoka(aku,red) pada seorang wanita, baik dia seorang kendoka juga, atau bukan..hahahahahah....
Gimana sih seorang kendoka harusnya menghadapi seorang wanita? (versi ku lho ini,red)
Kalo udah bilang masalah yang satu ini, kadang bisa membuat orang jadi gila,senewen,senteng,gendeng, miring, lan sak panunggalan e. Ternyata sekuat apapun seorang fighter, bisa juga dikalahkan oleh makhluk selembut (bukan lelembut lho ya..?!) pasangan kaum adam ini. Mungkin saat ini para cowo pecinta MA (Martial Art,red) sedang kalah booming dengan cowo2 yang sedang di bidang band, boyband,fotografi,basket atau apalah, sesuatu bidang yang aku anggap gak terlalu cowo banget bila dibandingkan dengan MA yang sangat mengandalkan fisik, memacu adrenalin, teriak2 gak jelas, dll..hehehe...
Back to topik, buat aku, Kendo adalah olahraga yang berbeda dari olahraga MA yang lain. Semua MA pasti mengajarkan cara menghargai lawan kita, tidak boleh sombong,dll, dan itu juga ada di dalam kendo. Tetapi, lagi2 menurut pandanganku, beberapa MA aku lihat mulai luntur hal menghargai lawan,dll dan beberapa praktisinya mulai terlihat sombong jika bisa mengalahkan lawannya. Entah mungkin dari cara bicara, cara memandang, bahkan dengan bahasa tubuhnya, seoalah sudah menjadi yang superior...that's fool...padahal itu baru juara tingkat RT hahahahaha...lagaknya dah kaya juara dunia...hahaha
Lalu apa hubungannya dengan kendo? Kendo buat aku adalah olahraga yang masih memegang teguh adat, respect dengan sesama anggota dan bahkan lawan. Dan pastinya hal ini HARUS dipahami oleh para praktisi yaitu Kendoka itu sendiri. Jangan bilang anda seorang Kendoka jika anda belum bisa menerima dan mengamalkan filosofi kendo itu sendiri, the way of Sword.
Applikasi dalan kehidupan sehari-hari
Buat aku, Kendo sudah menjadi bagian hidup. Bukan berarti semua hidupku untuk kendo dan kendo atau bukan berarti juga kita meniru hidup samurai jaman dulu. bawa pedang kemana2 dengan potongan ala samurai atau ronin..bisa2 ditangkep polisi tuh..hahahaha, bawa2 sajam (senjata tajam,red).
Tetapi yang dimaksud adalah ada beberapa Hal dari kendo yang bisa aku ambil dalam menjalani hidup ini. Satu contoh tentang 4 Penyakit manusia dalam hidup ini, Takut,Bingung,Kaget,dan Ragu. Bisakah seseorang sukses jika memliki 4 "penyakit" ini ? jawabannya adalah TIDAK. Begitu juga dalam Kendo, jika kita mau melayangkan sebuah pukulan, katakanlah MEN, pasti tidak boleh ada keraguan,bingung,takut,dll...Semua itu harus YAKIN.Jika pukulan kita bisa di tangkis dan kita kena pukul, itu berarti lawan kita lebih pintar dari kita. Itulah yang Sensei ajarkan padaku dan aku selalu mencoba menerapkannya dalam kehidupan dan sekarang masih terus dan terus akan belajar untuk itu, mengingat aku masih termasuk baru dalam berkendo..hehe
Dan menjawab pertanyaan di atas, Bagaimanakah Kendoka menghadapi seorang wanita?
Dulu jaman Musashi Miyamoto, belum ada FB atau mungkin FS,Kaskus, lan sapanunggalan e...beda dengan jaman sekarang, bisa berbagi,cerita,dll lewat sana dengan banyak comment2 yang OOT dll lah...hahahahhaa.Tapi buat aku, hal itu mungkin hanya akan membuat publik bisa membaca bagaimana kita ini..singkatnya ntar malah jadi omongan orang dan jadi konsumsi publik. Bagi aku seorang Kendoka, ada baiknya bila kita salurkan hal2 tersebut pada KENDO. Kendo adalah refleksi jiwa kita, apalagi dengan perasaan.Pernah aku merasakan sendiri, saat hati sedang senang, main kendo pun terasa menyenangkan, tetapi waktu merasa hati ini tak karuan...waaaahhh jangan harap pulang tanpa bilur2 di lengan, dada, dll kalau sudah ber jigeiko. Tapi hal itu tak pantas di tiru dan sekarang juga masih mencoba menahan emosi hahahahahaha... Wanita adalah kelemahan setiap laki2, tak terkecuali mungkin aku di dalamnya, apalagi jika kita ada perasaan padanya....cieeeee.....kalo perasaan sama2 bersambut sih gak masalah, lalu gimana kalau lagi ada masalah? contoh si cewe lagi marah gara2 kita gak beliin dia gula2 kesukaanya...nah kan pasti ngomel sana, ngomel sini...yah kalau seperti itu sudah membuat stress, lagi2 bawalah ke kendo, tapi tetap dengan kadar seadanya...aku yakin setelah ber jigeiko, pasti merasa segar dan pikiran agak tenang karena emosi kita bisa terlampiaskan meski hasilnya teman kita kadang udah gak mau jigeiko lagi ama kita, atau bertanya tentang perasaan kita sebelum berjigeiko....hahahahahahahaha.
Tapi dalam hal ini bukan berarti aku mengajarkan semua yang kita rasakan harus dicampurkan dalam kendo ya,tetapi coba lah hal2 tersebut disalurkan untuk keinginan kita. Kebetulan contoh dalam artikel ini adalah Kendo, karena aku pernah merasakan hasilnya. Sempet diputusin cewe ku yang udah jalanin hubungan selama 2 tahun, akhirnya kita putus juga dan itu membuatku kembali harus menggeluti dunia MA demi sebuah emosi yang tak tersalurkan. Dan akhirnya, Puji Tuhan, bisa di lihat di postingan 1st national tournamen ku..hahahaha..
Jadi, buat aku...inilah the Way of Sword ku... selalu mencoba menjalankan hidup dengan filosofinya dan membawa semua tentang apa yang aku rasa pada kendo, bukan untuk mencampurkan Kendo, tapi Kendo dapat membuatku menjadi orang yang LEBIH BAIK saat aku punya sesuatu yang tak aku dapatkan. Mungkin satu hari nanti jika perasaanku pada seseorang tak tersampaikan, bisa aku jadikan itu sebuah motivasi untuk menjadi seorang juara di kendo? who knows...hahahaha
semoga tidak membingungkan yang baca...wakakakakaka
ini ceritaku, apa ceritamu? haha



