Sebenarnya ada juga rasa pengen rasain de javu seperti waktu National Kendo Tournament, tapi ternyata itu semua salah... :(
![]() |
| Perlengkapan perang |
Berawal dari perjalanan dengan KA gaya baru selatan, ekonomi pastinya...hehehehe... Aku, Iman senpai, Tesar senpai, Yazied senpai, mas Indra,dan mas Aditya berangkat dari Stasiun Surabaya kota aka Stasiun Semut. Aku terakhir ke stasiun ini sekitar usia 10 tahun an, brarti sudah sekitar 13 tahun aku tak pernah ke sini.. hahaha, tapi ada perubahan atau gak, aku juga gak tau sih.. hahahahaha, ok, singkat cerita kita harus cari tempat duduk karena gerbong yang seharusnya kita tempati ternyata sudah penuh dengan barang2 dan orang2 yang pastinya mau ke ibukota, jakarta. tapi untunglah kita dapat tempat dan langsung di tempati. Hahahaha...
Lha kok cuma itu? kemana yang lain? kan keliatannya tadi yang ikut banyak... timbul pertanyaan *wisben lagi
tenang, Noor Rofieq senpai sudah ada di jakarta, sementara 2 orang kendoka ada yang naik dari Stasiun gubeng yaitu Mohewa senpai dan Arief senpai. Lha yang Malang? nah ini dia yang menarik... mari kita ceritakan.. hahaha
Meski tidak ikut dalam kejadian secara langsung, ternyata saat kita di Stasiun Semut, group Malang (erman senpai, benny,fadly,dan Ucup) masih baru keluar dari tol. Entah mungkin karena macet atau apa, tapi intinya mereka terlambat. Akhirnya aku dan iman senpai sarankan buat ke stasiun gubeng, eh gak tau kenapa, ternyata mereka lebih memilih naik kereta eksekutif yang lain. Kaget juga sih, karena menurut informasi sudah tidak ada tiket untuk ke jakarta alias udah ludes abis, maklum abis idul fitri, masih musim arus balik dan lagi mereka sudah pesan tiket untuk balik ke Surabaya dengan kereta bisnis, kan sayang kalo akhirnya mereka gak ikut dan tiketnya hangus. Karena kereta juga sudah meninggalkan Surabaya, kita hanya bisa pasrah dengan mereka yang mungkin sibuk mencari transport menuju ke Surabaya. Tapi akhirnya mereka mendapatkan tiket Bus yang ke Jakarta, namanya adalah "SETIA BHAKTI", inilah "dewa" penolong mereka untuk sampai di Ibukota. hehehe.... tapi hal ini akan berubah saat mereka nanti menceritakan apa yang terjadi selama perjalanan saat kita bertemu... wakakakaa #tawasetan
Ok, balik ke anggota kereta ekonomi tut tut gu jes gu jes.... Sayang juga karena kita gak bisa berkumpul dengan anggota group malang, para Sudo Army (begitu kami menyebut anggota yang berangkat,red) tidak bisa berangkat di jalan yang sama tapi kami yakin akan menuju ke satu tujuan yang sama dan akan bertemu di sana #tsah! *lha iya,emang mau kemana kita??* Tapi hal ini cukup membuat suasana ramai. Awal berangkat kita sudah berencana untuk tidur dulu supaya nanti malam bisa begadang, jaga barang2, dan lagi suasana kereta belum terlalu ramai karena perkiraan kami di daerah jateng pasti rame ini kereta. Tapi ternyata ini tidak berjalan dengan semestinya karena ada 5 arek suroboyo (begitu kami menyebutnya,red) yang bisa dibilang cukup mengganggu karena mereka ribut tapi juga cukup menghibur, karena dialog dan tingkah mereka yang lucu. Yah itung2 televisi gratis lah... hahahaha...dan mereka akan menjadi bagian dari tokoh utama di blog ini...hahaa
Dari saat berangkat mereka(5 arek suroboyo,red) sudah heboh sendiri, karena tak kebagian tempat duduk, jadi mereka duduk2 di jalanan itu. Ada yang ngobrol gak jelas, liatin pedagang yang lalu lalang di gerbong, ada yang ngelamun, bahkan ada juga yang berlama2 di wc, sampai petugas menggedornya..hahaha, aneh kan?
Hari menjelang sore, sepertinya mereka mulai kelaparan, sementara kereta masih belum masuk ke daerah jateng. Mungkin karena bosan, mereka membeli TTS (teka teki silang,red). Hiburan juga melihat mereka ngisi TTS ini ribut2 sendiri, itu buat kita lumayan terhibur juga sih..hehe.. ada satu dialog yang membuat kita tertawa sih mendengarnya, kira2 begini :
AS (arek suroboyo)
P (Pedagang)
AS : "aduh ngelu aku, opo iki jawaban e.."#mikir (aduh pusing aku, apa ini jawabannya)
P : #lewat "TTS..TTS...Obat bengong...obat bengong"
AS masih saja mikir sampai akhirnya si pedang lewat di depannya...
P : "Ayo..ayo..obat bengong..obat bengong...TTS..TTS.."
AS : #agakjengkel "Mending bengong timbang mikir"(mending bengong daripada mikir)
Hahahahahaha.....sumpah aku ketawa ngakak....hahaha
Belum selesai sampai situ, karena hari juga menjelang malam, ada penjual koran bekas untuk alas tidur. Karena mereka tidak kebagian tempat duduk, beli lah mereka satu persatu koran bekas itu sebagai alas tidur nanti malam. Karena mungkin sudah pengen selonjor, di gelar lah itu namanya koran bekas di jalan.tapi lagi2 kejadian lucu, saat berhenti di salah satu stasiun yang sarat penumpang, salah satu pemuda dari Arek Suroboyo itu lupa melipat koran bekas untuk alas tidurnya... ya sudah rusak lah itu koran kena injak orang2...dan dia hanya bisa bilang
"aduh rek, tak eman2, tak gaweu turu, malah rusak ngene"(aduh, padahal aku sayang2, mau buat tidur, malah jadi rusak begini) dengan nada menyesal dan wajah seperti mau nangis.
Wakakakakaka...... bener2 ketawa ngakak aku dan beberapa teman yang duduk di dekat situ...benar2 hiburan buat kami selama perjalanan... hahaha
tapi masih ada beberapa cerita lucu lainnya dari dari kelima arek suroboyo itu, lalu bagaimana dengan group Malang? tunggu saja kisah selanjutnya....to be continued..hahaha

Tidak ada komentar:
Posting Komentar